Kamis, 13 Mei 2010

Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya

Ada dua cinta yang hakiki dan tak pernah luntur, yaitu cinta Allah kepada
hamba-Nya dan cinta ibu terhadap anaknya. Namun keduanya memiliki nilai
berbeda.

Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak
bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman,
''Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.'' (QS Al-A'raf [7]:
156).

Untuk memberikan gambaran kepada umat tentang kasih sayang Allah, Rasulullah
mengibaratkan kalau kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, maka yang
sembilan puluh sembilan disimpan dan satu bagian lagi dibagi-bagi. Yang satu
bagian bisa mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini menunjukkan betapa
luasnya cinta Allah. Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang
besarnya cinta Allah kepada manusia.

Bukti cinta yang pertama adalah diturunkannya Alquran. Allah SWT, Al Khaliq
tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan
Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan
akhirat. Firman-Nya, ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; (merupakan)
petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' (QS Al Baqarah [2] : 2).

Dalam ayat lain difirmankan pula, ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran
(yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang
belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar
mereka mendapat petunjuk.'' (QS As-Sajdah [32]: 3).

Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran.
Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah
dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai
akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral,
baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk
mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum
dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia.

*Mengutus para rasul*
Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan
rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam
QS Al An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman, ''Dan tidaklah Kami mengutus
para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.
Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.''

Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan manusia
berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani
manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya,
sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Firman-Nya, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS Al Ahzab [33]:
21).

Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka
warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang
rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk
menjalin hubungan dengan Allah (*hablum minallah*) dan dengan manusia (*hablum
minannas*). Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia
Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik.

*Diciptakannya alam semesta*
Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan
semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Difirmankan, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh
langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al Baqarah [2]: 29).

Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk
diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang
tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat
membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya
nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya.

Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat
hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat.
Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada
lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya.

*Luasnya ampunan Allah*
Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa
manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah
SWT telah berjanji dalam Alquran, ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada
Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian),
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu
sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada
tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.'' (QS Hud
[11]: 3)

Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah
SAW bersabda, "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang
berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di
siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (Ini
akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).

Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, "Wahai
manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi
kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Aku dengan
sesuatu apa pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi
bumi pula," demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam
Tirmidzi.

*Memberikan rezeki*
Allah adalah Al Razzaq, Dzat Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya
rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada
satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya,
Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' (QS Saba [34]: 39).

Demikian pula makhluk yang lain. ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun
di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui
tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).'' (QS Hud [11]: 6)

Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi bagian
rezeki. Yang perlu dilakukan adalah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah
memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas agar kita bersyukur. Dan syukur
yang paling utama adalah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa
pun. *Wallahu a'lam*.
( )
******************************************************************************************************************
sumber:
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=227711&kat_id=105&kat_id1=232

Tidak ada komentar:

Posting Komentar