Rabu, 17 Maret 2010

KUTIPAN

Dalam memilih jurusan IPA siswa kelas 1 SMA Negeri Cikampek di pengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, tingkat pendidikan keluarga.

Siswa yang pernah di kota besar dan banyak bergaul dengan orang kota mudah menyerap situasi barui tanpa “dianalisa”. Ini menujukan kekeureangan pengertian lanjut dari siswa yang dapat di hubungkan dengan tempat tinggal siswa di daerah yang berbudaya desa. Ini terlihat ketika siswa memilih jurusan IPA yang dianggap super. Dan karena situasi linkungan dengan timgkat pendidikan yang rata-rta di bawah SMA, siswa tidak mengetahui tindak lanjut setelah memimlih jurusan IPA.

Siswa yang berlatar belakang budaya desa dan berlatar belakang budaya kota berbeda dalam motivasi dan persiapan memilih jurusdan IPA. Masyarakat berbudaya desa menerima mentah-mentah pengaruh kota yang dianggap baik dalam rangka nperubahan kebudayaaan kota, tanpa seleksi. Ini dibuktikan dengan anak yang ingin duduk di jurusan IPA atas pengaruh orang kotra yang ternyata tidak I ikuti dengfan prestasi belajar yang baik, sehingga anak tidak terjuruskan ke jurusan IPA, yang artinya dijuruskan ke jurusan IPS dah Bahasa.

dikutip dengan perubahan dari Analisa Pendidikan,

1982/1983


sumber : buku Bahasa Indonesia

Senin, 15 Maret 2010

Menghilankan Lemak di Perut

Conectique.com







Lemak yang menimbun di sekitar perut, selain merusak penampilan, juga
berbahaya bagi kesehatan. Jika dibiarkan berlarut-larut, lemak di
sekitar perut menghasilkan senyawa yang dapat merusak jaringan organ
tubuh serta dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.





Sebuah riset yang dilakukan para peneliti di University of Pennsylvania
membuktikan bahwa pemilik perut yang bebas lemak memiliki risiko
gangguan jantung lebih kecil 72% dan serangan stroke hanya 41%,
dibandingkan pemilik perut yang berlemak. Di Amerika, untuk
menghilangkan lemak di daerah perut, banyak orang yang melakukan terapi
suntik Human Growth Hormon (HGH). Namun selain sangat menyakitkan, biaya
terapi suntik ini juga sangat mahal.

Kondisi inilah yang mendorong para ahli dari universitas tersebut
mencari cara alternatif membebaskan seseorang dari lemak di sekitar
perut. Caranya cukup mudah, namun lebih integratif.




Lakukan latihan beban ringan, setidaknya 1 jam setiap minggu. Cara ini
terbukti dapat membantu Anda menurunkan berat badan sebanyak 10 kg
selama 6 bulan. Dengan cara ini, lemak di sekitar perut pun ikut
terbakar.


Lebih baik ngemil popcorn. Makanan ini terbukti memiliki kandungan
kalori sangat rendah. Satu cup popcorn hanya mengandung 30 mg kalori,
jika diproses tanpa menggunakan mentega.







Bersahabat dengan wine. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli
di University of Buffalo menunjukkan bahwa orang yang minum wine setiap
hari, memiliki lemak perut yang lebih sedikit dibandingkan orang yang
tidak minum wine. Jumlah yang dianjurkan adalah 120 ml setiap hari. Wine
dalam dosis ini diketahui merangsang sel-sel tubuh menjadi lebih
sensitif terhadap insulin, sehingga mencegah gula darah menjadi lemak
yang disimpan di sekitar perut.

Campur karbohidrat dengan protein. Dalam buku The Cortisol Connection,
seorang pakar gizi, Shawn Talbott Ph.D menyarankan agar Anda memasukkan
beberapa ons protein setiap kali mengonsumsi karbohidrat. Cara ini
sangat ampuh untuk mengurangi produksi kortisol dalam tubuh sehingga
proses penyimpanan lemak di sekitar perut dapat diminimalkan.


Berhentilah menghitung kalori dan tak perlu menjadi obsesif. Seseorang
yang terlalu mencemaskan berat badan ternyata memiliki kadar kortisol
lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak terlalu mempermasalahkan
berat badannya. Kortisol terbukti dapat menstimulir tumpukan lemak dalam
perut sehingga meningkatkan nafsu makan dan memperlambat metabolisme
tubuh.



Visit Our Website: www. conectique.com

Cara Menghemat Hardisk

Gimana, pernah iseng menghitung-hitung isi hard disk kamu? Apa yang banyak di situ, tugas kuliah, games, atau... (ehem) ??
Kadang-kadang gemas juga ngelihat banyak sekali ruang hard disk yang diakuisisi oleh file-file itu. Meskipun ukuran HD kita sudah besar, toh lebih bagus dimanfaatkan untuk diisi file yang lain.

Berikut ini beberapa cara menjaga agar kapasitas hard disk bisa maksimal.

Simpan dalam HTML
Kalau isi hard disk kamu kebanyakan berupa tugas-tugas kuliah, sayang kan hasil karya kita dihapus begitu saja. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menyusun paper, dan cuma sekejap saja kita hapus ke recycle bin!

Di masa sekarang, kebanyakan dari kita menggunakan MSWord. File yang berekstensi *.doc apalagi yang *.rtf sangat gendut. Beberapa halaman saja bisa menghasilkan ratusan kilobytes. Padahal, MSWord bisa menyimpan file dalam bentuk HTML yang hemat.

Untuk "koleksi" karya kamu yang sudah tua dan tidak akan diubah-ubah lagi, pilih menu save as html di MS Word. Dokumen kamu akan disimpan dalam ekstensi *.htm atau *.html, yang bisa dibuka oleh browser (ie atau netscape) maupun MSWord.

File *.doc biasa (yang tidak ada gambar-gambarnya) yang besarnya 190 kb, bisa dihemat menjadi hanya 19 kb dalam format *.htm. Bayangkan, menyusut 90% !

Gunakan Utiliti Kompresi
Tahu dong yang namanya file *.zip ? File ini bisa dibuat menggunakan utiliti WinZip, bisa kamu download gratis di internet dan sekarang sudah menjadi utiliti standar. Kompresi menggunakan winzip cukup lumayan, dari file *.htm kamu yang 19 kb tadi, bisa "dilipat" menjadi 5 kb saja. Kalau ditelusuri dari awal, 190 kb bisa dikemas hingga 5 kb... wow.

Uninstall dengan Benar
Kamu suka main game? Berapa banyak yang ada di komputer kamu? Pasti dong suatu saat kamu bosan. Menang melulu, ngga menantang lagi. Ganti game lain, hapus game lama.

Eit, tunggu dulu. Jangan sembarang hapus. Game yang berjalan di platform Windows sering menyimpan file-nya di sana-sini, bukan hanya dalam direktori game itu. Jadi, kalau kamu menghapus direktori game itu, beberapa file bakal tertinggal dan mendekam selama-lamanya di komputer kamu itu. Hal ini berlaku juga untuk program-program under windows lainnya.

Jadi, pastikan gunakan fasilitas uninstall yang disediakan. Setidaknya kamu bisa lihat di start-settings-add/remove programs, dan pilih program yang mau kamu hapus. Dengan demikian kemungkinan file "ketinggalan" bisa diminimalkan.

Defragmentasi dengan Teratur
Memang ini tidak menampakkan hasil yang nyata. Tapi kalau file kamu sudah diatur dengan disk defragmenter, "kamar kost" yang baru sebagian terisi akan dipadatkan dulu, sehingga pemakaian ruang hard disk lebih efisien. File-file lama menjadi beraturan, dan file baru yang kamu simpan selanjutnya bisa menempati ruang yang betul-betul kosong, sehingga mempercepat akses ke hard disk kamu.

Jalankan disk defragmenter setidaknya sekali sebulan, atau sebelum meng-install program baru.

Atur Cache Browser
Kamu suka main internet di rumah? Berapa banyak history yang tercatat di sana? Seminggu, dua minggu, sebulan?

Catatan history itu disebut cache, merupakan isi website yang kamu kunjungi, yang disimpan ke dalam komputer kamu. Makin banyak jumlah cache, file yang tersimpan makin banyak, sehingga memenuhi hard disk secara tidak kamu sadari. Aturlah jumlah maksimal cache (4 MB sudah cukup banyak), dan simpanlah halaman web yang benar-benar penting dalam file terpisah sehingga tidak hilang ketika cache dibersihkan.

Kosongkan Recycle Bin
Kotak sampah ini disediakan Microsoft untuk persiapan kalau-kalau kita tidak sengaja menghapus suatu file. Kamu bisa lihat isi recycle bin, lalu pilih "restore". Maka file yang terhapus itu bisa kembali tersaji di meja kamu, bersih tanpa noda (tempat sampahnya higienis ya).

Tapi file yang benar-benar ngga diperlukan, hapus aja selama-lamanya. Pilih "empty recycle bin" ketika kamu klik kanan ikonnya. Dan, jangan lupa, aturlah berapa banyak ruang hard disk yang bakal kamu cadangkan sebagai tempat sampah.

Hapus yang Tidak Perlu
Tahu nggak, banyak file yang ngga perlu yang nongkrong di komputer kamu. File-file itu dibuat ketika sistem crash/hang, membaca file help, hasil "perbaikan" oleh scandisk -- yang kamu ngga bakalan bisa tahu artinya...

Gunakan fasilitas start-find untuk mencari file-file ini:
*.tmp (file temporary saat instalasi atau sistem crash),
*.bak (backup file yang otomatis dibuat lagi saat diperlukan),
*.syd (file sementara sistem),
*.b~k (backup file yang tidak terpakai),
*.old (versi lama file),
~*.* (file temporary karena sistem crash),
*.dir (file temporary saat instalasi),
*.chk (file backup saat sistem crash),
*.gid (index yang otomatis dibuat saat membaca file help),

dan hapus semua file yang tidak berguna itu. Ulangi langkah ini secara teratur, apalagi setelah komputer bermasalah: hang total atau aplikasi crash.

Sabtu, 06 Maret 2010

Paragraf Deduktif

Pemakiaan bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam.perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, dan ucapan terlihat dengan mudah. Pemakiaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah.
Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan televisi sudah terjaga dengan baik. Para pemuka kitapun pada umumnya belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.


Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu pemakaian bahasa Indonesia di seluruh Indonesia belum seragam

Paragraf Induktif

Setelah diadakan peninjauan ke Desa abepura, diketahui persentase penggunaan listrik di RW 01 desa tersebut sebanyak 90%. Rumah penduduk yang telah menggunakan listrik, di RW 02 sebanyak 95%, RW 03 sebanyak 100%, dan RW 04 sebanyak 85%. Boleh dikatakan, di Desa Abepura 92% rumah penduduk sudah menggunakan listrik.

Kalimat yang merupakan kesimpulan paragraf tersebut adalah …

a. Boleh dikatakan, di Desa Abepura rumah penduduk sudah menggunakan
listrik.

b. Setelah diadakan peninjauan, di Desa Abepura diketahui penggunaan listrik
92%.

c. Rumah penduduk di RW 03 Desa Abepura telah menggunakan listrik
sebanyak 100%.

d. Rumah penduduk di Desa Abepura pada umumnya sudah menggunakan listrik.

e. Listrik telah digunakan oleh penduduk Desa Abepura sebanyak 92%.

2. Gagasan utama paragraf tersebut adalah…

peninjauan listrik di Desa Abepura
aliran listrik di lingkungan Desa Abepura
penggunaan listrik di lingkungan penduduk
penggunaan listrik di rumah penduduk Abepura
cara menggunakan listrik di Desa Abepura

LINGKUNGAN BASIS DATA

ARSITEKTUR / ABSTRAKSI BASIS DATA

Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai (user) terhadap basis data.

1. Tingkat Penampakan / Eksternal (View Level)

Level tertinggi dari abstraksi data. Di level ini hanya menunjukkan sebagian saja dari basis data yang dapat dilihat dan dipakai, yaitu hanya basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu.

2. Tingkat Logik (Conceptual Level)

Level ini menggambarkan data apa (what) yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.

Hal-hal yang digambarkam dalam level conceptual adalah:

· Semua entitas beserta atribut dan hubungannya

· Batasan data

· Informasi semantik tentang data

· Keamanan dan integritas informasi.

3. Tingkat Fisik (Internal Level)

Merupakan level terendah, yang menunjukkan bagaimana (how) data disimpan secara fisik di dalam storage.

Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini:

· Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks

· Deskripsi record utk penyimpanan (dg ukuran penyimpanan data)

· Penempatan record

· Penempatan data dan teknik encryption.




DATA INDEPENDENCE

Tujuan utama dari arsitektur basis data adalah memelihara kemandirian data (data independence). Artinya, perubahan pada satu level tidak mempengaruhi level yang lain.

Metode mengubah pola data dari isi data tersebut dan cara menyimpannya, sehingga perubahan tersebut tidak menyebabkan suatu program aplikasi ditulis kembali (http://www.total.or.id/info.php?kk=Data%20Independence)

Ada 2 jenis data independence:

1. Physical Data Independence : merubah level internal tanpa mengganggu skema conceptual atau eksternal.

2. Logical Data Independence : merubah level conceptual tanpa menggangu skema eksternal.

Prinsip ini harus diterapkan dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan:

1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.

2. Pabrik/software pengelolaan data datap memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.

3. Untuk memindahkan perkembangan program aplikasi.

4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA.

BAHASA DALAM BASIS DATA (DATABASE LANGUAGE)

DBMS (Database Management System)

Menurut Date, Sistem Basis Data adalah system terkomputerisasi yang tujuan

utamanya adalah memelihara informasidan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.

Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System DBMS)

adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan

utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative

penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana n data dalam fiel dan

menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.

1. Tinjauan Sejarah

Generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan

General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yangkemudian distandardisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL). Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam Nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer. Kemudian pada tahun 1970, Edgar Codd, di Laboratorium Penelitian di San Jose, mengusulkan model data relasional. Di tahun 1980, model relasional menjadi paradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basis data relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM. SQL distandardisasi di akhir tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut

secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS. Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang sistem basis data yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vendor memperluas sistemnya

dengan kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus/spesial dikembangkan oleh banyak vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data. Penomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning

(ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambahkan substansial layer dari fitur berorientasi pada aplikasi. Paket yang termasuk didalamnya meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket-paket ini mengidentifikasi himpunan tugas secara umum (misal manajemen inventori, perencanaan sumber daya manus ia, analisis finansial) dan menyediakan aplikasi layer secara umum untuk menangani keperluan tersebut. Data disimpan dalam DBMS relasional, dan aplikasi layer dapat disesuaikan untuk perusahaan yang berbeda. Lebih jauh lagi, DBMS memasuki dunia internet. Pada saat generasi pertama dari Web site menyimpan datanya secara eksklusif dalam file system operasi, maka saat ini DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses melalui Web browser. Query dapat digenerate melalui form Web, dan format jawabannya menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basis data menambahkan fitur ini untuk DMS mereka. Manajemen basis data mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat on-line, dan dapat diakses melalui jaringan komputer. Saat sekarang bidang seperti ini diwujudkan dalam basis data multimedia, video interaktif, perpustakaan digital,proyek ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek sistem observasi bumi milik NASA, dll.

2. Komponen Utama DBMS

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

· Perangkat Keras

· Perangkat Lunak

· Data

· Pengguna

3. Keuntungan Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan,

yaitu :

· Kebebasan data dan akses yang efisien

· Mereduksi waktu pengembangan aplikasi

· Integritas dan keamanan data

· Administrasi keseragaman data

· Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari

proses serentak).

4. Level Abstraksi Dalam DBMS

Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu

konseptual, fisik, dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk

mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan

perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema

konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem.

Gambar 1. Level Abstraksi

Memiliki beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skema fisik.

· Menggambarkan bagaimana cara user melihat data

· Skema konseptual mendefinisikan struktur logika

· Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan

Skema didefinisikan menggunakan DDL (Data Definition Language), data

dimodifikasi dengan menggunakan DML (Data Management Language).

Dikenal 2 bentuk bahasa:

1. Data Definition Language (DDL)

Untuk mendefinisikan struktur/skema basis data, di dalamnya termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya.

2. Data Manipulation Language (DML)

Bahasa yang memperbolehkan user untuk mengakses atau memanipulasi data.

Ada 2 jenis DML:

a. Procedural, mensyaratkan user menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana mendapatkannya.

b. Non Procedural, membuat user dapat menentukan data a[a yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Manipulasi data dapat berupa:

· Penyisipan/penambahan data baru ke basis data

· Penghapusan data dari basis data

· Pengubahan data di basis data

· Mengambil informasi yang tersimpan di basis data

MODEL DATA

Adalah sekumpulan konsep untuk menerangkan data, hubungan antar data, dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.

Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau berbasis record.

1. Model Data Berbasis Objek.

Menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas.

Beberapa model data berbasis objek:

· entity-relationship

· semantic

· functional

· object-oriented.

2. Model Data Berbasis Record.

Pada model ini, database terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model berbasis record, yaitu:

· Model data relasional (relational)

Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini. Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan dari record. Deskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field atau atribut atau kolom, dan tipe dari tiap field

· Model data hierarki (hierarchical)

Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak. Setiap simpul (biasa dinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebua anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyi anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.

· Model data jaringan (network)

Model jaringan distandarisasi pda tahun 1971 oleh Data Base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut modelCODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL. Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orangtua). Pada model jaringan, orang tua diseut pemilik dan anak disebut anggota.

2.DBMS Multi User
DBMS yang bersifat client/server, dimana sang client bisa mengakses kedalam datbase yang sudah diset oleh sang admin ke dalam server dengan privillage tertentu, disni faktor keamanan tetap diperhatikan demi menjaga kerasahasian data tersebut.

ARSITEKTUR CLIENT-SERVER

Saat ini arsitektur client-server yang banyak digunakan dalam industri disebut two-tier architecture. Pada arsitektur ini, server mengirim data dan client mengakses data. Server memainkan peranan yang dominan pada arsitektur ini. Keuntungan sistem ini adalah kesederhanaan dan kompatibilitas dengan sistem yang legal.
Arsitektur client-server yang dikembangkan kemudian adalah three-tier
architecture. Pada model ini, layer direpresentasikan sebagai host, server dan client.
Server memainkan peranan sebagai penengah dengan mengirim aturan bisnis (prosedur
atau constraint) yang digunakan untuk mengakses data dari host. Client berisi antar
muka GUI dan beberapa aplikasi tambahan mengenai aturan bisnis. Kemudian server
bertindak sebagai conduit of passing memproses data dari host ke client dimana
kemudian diproses atau difilter dan dipresentasikan ke pemakai dalam format GUI.
Antar muka pemakai, aturan dan pengaksesan data bertindak sebagai three tiers. Cient
biasanya dihubungkan ke server melalui LAN dan server dihubungkan ke host melalui
WAN. Client melakukan remote yang dihubungkan ke server melalui WAN juga.
Sistem ini sangat cocok untuk perusahaan besar dimana basis data terpusat dapat
disimpan dalam host dan biaya pembangunan LAN dan WAN dapat diatur dan
dioptimasi menggunakan teknologi yang baru untuk setiap bagian yang berbeda dalam
organisasi.

PENGAKSESAN QUERY PADA BASIS DATA CLIENT-SERVER

Bagaimana membagi fungsi DBMS antara client dan server tidak ada ketentuan.
Sehingga banyak pendekatan yang berbeda ditawarkan.
Satu kemungkinan adalah
memasukkan fungsi dari DBMS terpusat pada level server. Sejumlah DBMS relasional
menggunakan pendekatan ini, dimana SQL server disediakan untuk client. Setiap client
harus menggunakan query SQL yang tepat dan menyediakan antar muka pemakai dan
fungsi antar muka untuk bahasa pemrograman. Karena SQL adalah bahasa standard
relasional, berbagai SQL server, meskipun disediakan oleh vendor yang berbeda, dapat
menerima perintah SQL. Client juga merujuk pada data dictionary yang didalamnya
terdapat informasi pada data distribusi diantara server SQL yang berbeda, sebagai
modul untuk dekomposisi query global ke dalam sejumlah query local yang dapat
dieksekusi pada berbagai tempat. Interaksi antara client dan serber selama pemrosesan
query SQL adalah sebagai berikut :
1. Client melakukan parsing query pemakai dan memecahnya ke dalam sejumlah
query independent untuk setiap tempat. Setiap query terseut dikirim ke server
yang sesuai.
2. Setiap server memproses query lokal dan mengirim relasi hasil ke client.
3. Client mengkombinasikan hasil sub query untuk mempruksi hasi dari query asal
yang dikirim.
Pada pendekatan ini, server SQL juga disebut transaction server (atau database
processor (DP) atau back-end machine), sedangkan client disebut application processor
(AP) atau front-end machine. Interaksi antara client dan server ditentukan oleh pemakai
pada level client atau melalui modul khusu pada DBMS client yang merupakan bagian
dari paket DBMS. Sebagai contoh, pemakai mengetahui apa data yang dikirim setiap
server, membagi permintaan query ke sub query secara manual adan mengirimkan sub
query secara individu ke tempat yang berbeda. Tabel hasil dikombinasikan secara
eksplisit dengan query user pada level client. Alternatif lain adalah mempunyai modul
client yang melakukan kegiatan diatas secara otomatis.
Dalam DDBMS yang banyak digunakan, model perangkat lunak dibagi ke
dalam tiga level :
1. Perangkat lunak server bertanggung jawab pada manajemen data lokal,
kebanyakan sama dengan perangkat lunak DBMS
2. Perangkat lunak client bertanggung jawab untuk fungsi distribusi; mengakses
informasi distribusi data dari katalog DDBMS dan memproses semua
permintaan yang membutuhkan akses ke lebih dari satu tempat. Hal ini juga
ditangani semua antar muka user.
3. Perangkat lunak komunikasi (biasanya dihubungkan dengan sistem operasi
terdistribusi) menyediakan primitif komunikasi yang digunakanoleh client untuk
mengirim perintah dan data ke tempat yang berbeda sesuai kebutuhan. Hal ini
bukan bagian yang terpenting dalam DDBMS, tetapi menyediakan primitf
komunikasi dan pelayanan yang esensial.
Client bertanggung jawab untuk membangkitkan eksekusi terdistribusi untuk
beberapa tempat server suatu query atau transaksi dan untuk melakukan supervisi
eksekusi terdistribusi dengan mengirim perintah ke server. Perintah ini termasuk query
lokal dan transaksi yang dieksekusi selain perintah untuk mengirim data ke client atau
server lain.
Fungsi lain dikontrol oleh client (atau koordinator) adalah menjamin
konsistensi dari copy replika dari item data dengan teknik concurrency control
terdistribusi (global).
Client harus menjamin transaksi global atomik dengan
membentuk global recovery jika tempat yang dimaksud gagal.
mungkin dari client adalah menyembunyikan detail distribusi data dari pemakai, yang
memungkinkan pemakai menulis query global dan transaksi seperti basis data yang
terpusat, tanpa harus menentukan tempat dimana data dirujuk dalam query atau
transaksi berada. Properti ini disebut distribution transparency. Beberapa DDBMS
tidak melakukan distribution tranparency, sehingga pemakai harus berhati-hati terhadap
distribusi data secara detail.