Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang
sahabat. Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui,
yang kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan,
dan yang disekitarnya kau merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kau
undang ke rumahmu dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah orang
yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya
kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang
mereka.
Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai. Bukan karena
kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau
memikirkannya ketika mereka tidak ada. Sahabat-sahabat adalah orang dimana
kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan
kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik. Mereka adalah
orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu.
Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiran mu ketika kau
mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri untuk
menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau mungkin kau
yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu, atau
sekedar menempatkan kepala mereka di pundakmu.
Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau tahu
mereka peduli terhadapmu. Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa
kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun. Mereka
berkata jujur-pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama. Kau tahu
bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar. Mereka
adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan
jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk
memperbaikinya.
Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menangis ketika kau tidak
diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta perpisahan
kelas dan saat wisuda. Mereka adalah orang-orang yang ada saat kau peluk,
kau tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih
dahulu mengakhiri.
Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang
yang mengantar/mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin adalah
orang yang kau nikahi.
Kamis, 27 Mei 2010
POLA MAKAN
Makanan adalah salah satu unsur terpenting bagi pembentukan energi dalam
tubuh, sehingga pola makan harus kita atur sedemikian rupa agar energi
yang dihasilkan menjadi lebih besar dan bermanfaat untuk kesehatan serta
memiliki kekuatan penyembuh terhadap diri sendiri (Autoteraphy ).
Pola makan yang baik diatur sebagai berikut :
1. Makan pagi yang banyak seperti selama ini kita makan siang atau
makan malam.
2. Makan siang secukupnya, tidak sebanyak makan pagi.
3. Makan malam sesedikit mungkin dan kalau bisa hindarkan nasi,
ganti dengan sayuran atau buah ?buahan ( salad )
Dengan pola makan seperti tersebut diatas maka kita akan memperoleh
keuntungan sebagai berikut :
1. Sepanjang pagi, siang dan sore hari kita akan beraktifitas
dengan energi yang besar sehingga kita tidak akan mudah merasa lelah dan
tidak mudah terserang oleh suatu penyakit.
2. Malam hari disaat tubuh kita istirahat, kerja lambung tidak
berat karena jumlah makanan yang ada sedikit sehingga proses recovery (
perbaikan kondisi organ tubuh ) akan berjalan dengan lebih sempurna.
POLA MINUM.
Pada dasarnya 70% dari berat badan kita adalah air yang berfungsi
sebagai pengantar zat ?zat yang berguna keseluruh tubuh kita,
kekurangan air (dehidrasi) akan sangat berbahaya dan dapat merusak organ
tubuh kita.
Air berfungsi juga sebagai media pembuangan racun dari dalam tubuh (
berupa urine, keringat ) dimana melalui urine dan keringat kita, limbah
dari tubuh dibuang.
Air yang sangat baik untuk kita minum adalah Air biasa yang telah kita
rebus ( bukan air es dan bukan pula air panas ), dengan pola minum yang
terbaik adalah sebagai berikut :
1. Pagi sesaat kita bangun tidur, sebelum kita kekamar mandi minum
2 gelas besar.
2. Sesaat setelah kita sarapan pagi minum 1 gelas kecil.
3. Siang 1 - 2 jam sebelum kita makan minum 2 gelas besar.
4. Siang sesaat setelah kita makan minum 1 gelas kecil.
5. Sore 1 - 2 jam sebelum kita makan malam minum 2 gelas besar.
6. Malam sesaat setelah makan minum 1 gelas kecil
7. Sebelum kita tidur minum 2 gelas besar
Latihan Bio Energy Power disertai pola makan dan minum seperti tersebut
diatas akan membuat anda tidak akan mudah merasa lelah, tidak mudah
sakit dan bahkan sembuh dari sakit yang sedang diderita.
Pola makan & minum seperti tersebut diatas bagi sebagaian orang pada
awalnya akan terasa menyiksa ( pagi mencret,tidur malam terganggu karena
buang air kecil ) tapi percayalah gangguan tersebut tidak akan lebih
dari seminggu dan selanjutnya anda akan terkejut atas KESEMPURNAAN KITA
sebagai mahluk ciptaan TUHAN.
sumber : www.bioenergypower.com
tubuh, sehingga pola makan harus kita atur sedemikian rupa agar energi
yang dihasilkan menjadi lebih besar dan bermanfaat untuk kesehatan serta
memiliki kekuatan penyembuh terhadap diri sendiri (Autoteraphy ).
Pola makan yang baik diatur sebagai berikut :
1. Makan pagi yang banyak seperti selama ini kita makan siang atau
makan malam.
2. Makan siang secukupnya, tidak sebanyak makan pagi.
3. Makan malam sesedikit mungkin dan kalau bisa hindarkan nasi,
ganti dengan sayuran atau buah ?buahan ( salad )
Dengan pola makan seperti tersebut diatas maka kita akan memperoleh
keuntungan sebagai berikut :
1. Sepanjang pagi, siang dan sore hari kita akan beraktifitas
dengan energi yang besar sehingga kita tidak akan mudah merasa lelah dan
tidak mudah terserang oleh suatu penyakit.
2. Malam hari disaat tubuh kita istirahat, kerja lambung tidak
berat karena jumlah makanan yang ada sedikit sehingga proses recovery (
perbaikan kondisi organ tubuh ) akan berjalan dengan lebih sempurna.
POLA MINUM.
Pada dasarnya 70% dari berat badan kita adalah air yang berfungsi
sebagai pengantar zat ?zat yang berguna keseluruh tubuh kita,
kekurangan air (dehidrasi) akan sangat berbahaya dan dapat merusak organ
tubuh kita.
Air berfungsi juga sebagai media pembuangan racun dari dalam tubuh (
berupa urine, keringat ) dimana melalui urine dan keringat kita, limbah
dari tubuh dibuang.
Air yang sangat baik untuk kita minum adalah Air biasa yang telah kita
rebus ( bukan air es dan bukan pula air panas ), dengan pola minum yang
terbaik adalah sebagai berikut :
1. Pagi sesaat kita bangun tidur, sebelum kita kekamar mandi minum
2 gelas besar.
2. Sesaat setelah kita sarapan pagi minum 1 gelas kecil.
3. Siang 1 - 2 jam sebelum kita makan minum 2 gelas besar.
4. Siang sesaat setelah kita makan minum 1 gelas kecil.
5. Sore 1 - 2 jam sebelum kita makan malam minum 2 gelas besar.
6. Malam sesaat setelah makan minum 1 gelas kecil
7. Sebelum kita tidur minum 2 gelas besar
Latihan Bio Energy Power disertai pola makan dan minum seperti tersebut
diatas akan membuat anda tidak akan mudah merasa lelah, tidak mudah
sakit dan bahkan sembuh dari sakit yang sedang diderita.
Pola makan & minum seperti tersebut diatas bagi sebagaian orang pada
awalnya akan terasa menyiksa ( pagi mencret,tidur malam terganggu karena
buang air kecil ) tapi percayalah gangguan tersebut tidak akan lebih
dari seminggu dan selanjutnya anda akan terkejut atas KESEMPURNAAN KITA
sebagai mahluk ciptaan TUHAN.
sumber : www.bioenergypower.com
Jumat, 21 Mei 2010
RESENSI NOVEL AYAT-AYAT CINTA
Judul : Ayat-Ayat Cinta
Pengarang : Habiburrahman El-Shirazy
Tebal Buku : 411 halaman
Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berteman dengan panas dan debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.
Maria Grigis adalah tetangga satu flat Fahri, yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayangnya, cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.
Sementara Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.
Sedangkan Noura adalah tetangga Fahri, yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Hanya empati saja. Tidak lebih! Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.
Dan yang terakhir adalah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Lantas, siapakah yang nantinya akan dipilih Fahri? Siapakan yang akan dipersunting oleh Fahri? Siapakah yang dapat mencintai Fahri dengan tulus? Mari kita cari jawabannya dari sinopsis “Ayat-Ayat Cinta” berikut.
Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman, seorang syaikh yang cukup tersohor di Mesir.
Dengan menaiki metro, Fahri berharap ia akan sampai tepat waktu di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq. Di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika, ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha bukanlah gadis Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah menuntut ilmu di mesir.
Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal drai Indonesia. Mereka adalah Siful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi temapt tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lanai atas ditemapati oleh keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed dan dua oranga nak mereka, taitu Maria dan Yousef.
Walau keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi antara keluarga Fahri dan Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Terlebih Fahri dan Maria berteman begitu akarab. Fahri menyebut Maria sebagai gadis koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat Al-Maidah dan surat Maryam.
Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perrangainya berbanding seratusdelapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur. Istrinya bernama madame Syaima dan anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan Noura.
Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka. Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang.
Suatu malam Noura diusir Bahadur dari rumah. Noura diseret ke jalan sembari dicambuk. Tangisannya memilukan. Fahri tidak tega melihat Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur. Ia meminta Maria melalui sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara langsung karena Noura bukan muhrimnya. Maria pun bersedia menolong Noura malam itu. Ia membawa Noura ke flatnya.
Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame Syaima.
Dan benar. Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Ia sangat berterima kasih pada Fahri dan Maria.
Sementara itu, Aisha tidak dapat melupakan pemuda yang baik hati mau menolongnya di metro saat itu. Aisha rupanya jatuh hati pada Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan, paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman. Melalui bantuan Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.
Mendengar kabar pernikahan Fahri, Nurul menjadi sangat kecewa. Paman dan bibinya sempat datang ke rumah Fahri untuk memberitahu bahwa keponakannya sangat mencitai Fahri. Namun terlambat! Fahri akan segera menikah dengan Aisha. Oh, malang benar nasib Nurul.
Dan pernikahan Fahri dengan Aisha pun berlangsung. Fahri dan Aisha memutuskan untuk berbulanmadu di sebuah apartemen cantik selama beberapa minggu.
Sepulang dari ‘bulanmadu’nya, Fahri mendapat kejutan dari Maria dan Yousef. Maria dan adiknya itu datang ke rumah Fahri untuk memberikan sebuah kado pernikahan. Namun Maria tampak lebih kurus dan murung. Memang, saat Fahri dan Aisha menikah, keluarga Boutros sedang pergi berlibur. Alhasil, begitu mendengar Fahri telah menjadi milik wanita lain dan tidak lagi tinggal di flat, Maria sangat terpukul.
Kebahagian Fahri dan Aisha tidak bertahan lama karena Fahri harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap Noura. Noura teramat terluka saat Fahri memutuskan untuk menikah dengan Aisha.
Di persidangan, Noura yang tengah hamil itu memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungnya adalah anak Fahri. Pengacara Fahri tidak dapat berbuat apa-apa karena ia belum memiliki bukti yang kuat untuk membebaskan kliennya dari segala tuduhan. Fahri pun harus mendekam di bui selama beberapa minggu.
Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari fitnah kejam Noura adalah Maria. Marialah yang bersama Noura malam itu (malam yang Noura sebut dalam persidangan sebagai malam dimana Fahri memperkosanya).
Tapi Maria sedang terkulai lemah tak berdaya. Luka hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit. Tidak ada jalan lain. Atas desakan Aisha, Fahri pun menikahi Maria. Aisha berharap, dengan mendengar suara dan merasakan sentuhan tangan Fahri, Maria tersadar dari koma panjangnya. Dan harapan Aisha menjadi kenyataan. Maria dapat membuka matanya dan kemudian bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Alhasil, Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Dengan kata lain, Fahri dapat meninggalkan penjara yang mengerikan itu.
Noura menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Dengan jiwa besar, Fahri memaafkan Noura. Dan, terungkaplah bahawa ayah dari bayi dalam kandungan Noura dalah Bahadur.
Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik. Aisha menganggap Maria sebagai adiknya, demikian pula Maria yang menghormati Aisha selayaknya seorang kakak. Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria. Namun Maria beruntung karena sebelum ajal menjemputnya, ia telah menjadi seorang mu’alaf.
Dari buku kita tahu bahwa Fahri selalu “menjaga diri” di tengah wanita-wanita yang dekat dengannya. Hal itu Fahri lakukan karena rasa cintanya pada Yang Maha Kuasa. Fahri berusaha konsisten dengan prinsip, dan ajaran agama yang ia pegang teguh. Cinta Fahri pada agama dan Sang Khalik menuntunnya pada cinta Aisha. Atas izin Allah Fahri dan Aisha bersatu di bawah payung cinta yang tulus mengharapkan ridhaNya.
Pengarang : Habiburrahman El-Shirazy
Tebal Buku : 411 halaman
Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berteman dengan panas dan debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.
Maria Grigis adalah tetangga satu flat Fahri, yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayangnya, cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.
Sementara Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.
Sedangkan Noura adalah tetangga Fahri, yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Hanya empati saja. Tidak lebih! Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.
Dan yang terakhir adalah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Lantas, siapakah yang nantinya akan dipilih Fahri? Siapakan yang akan dipersunting oleh Fahri? Siapakah yang dapat mencintai Fahri dengan tulus? Mari kita cari jawabannya dari sinopsis “Ayat-Ayat Cinta” berikut.
Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman, seorang syaikh yang cukup tersohor di Mesir.
Dengan menaiki metro, Fahri berharap ia akan sampai tepat waktu di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq. Di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika, ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha bukanlah gadis Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah menuntut ilmu di mesir.
Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal drai Indonesia. Mereka adalah Siful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi temapt tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lanai atas ditemapati oleh keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed dan dua oranga nak mereka, taitu Maria dan Yousef.
Walau keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi antara keluarga Fahri dan Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Terlebih Fahri dan Maria berteman begitu akarab. Fahri menyebut Maria sebagai gadis koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat Al-Maidah dan surat Maryam.
Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perrangainya berbanding seratusdelapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur. Istrinya bernama madame Syaima dan anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan Noura.
Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka. Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang.
Suatu malam Noura diusir Bahadur dari rumah. Noura diseret ke jalan sembari dicambuk. Tangisannya memilukan. Fahri tidak tega melihat Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur. Ia meminta Maria melalui sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara langsung karena Noura bukan muhrimnya. Maria pun bersedia menolong Noura malam itu. Ia membawa Noura ke flatnya.
Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame Syaima.
Dan benar. Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Ia sangat berterima kasih pada Fahri dan Maria.
Sementara itu, Aisha tidak dapat melupakan pemuda yang baik hati mau menolongnya di metro saat itu. Aisha rupanya jatuh hati pada Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan, paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman. Melalui bantuan Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.
Mendengar kabar pernikahan Fahri, Nurul menjadi sangat kecewa. Paman dan bibinya sempat datang ke rumah Fahri untuk memberitahu bahwa keponakannya sangat mencitai Fahri. Namun terlambat! Fahri akan segera menikah dengan Aisha. Oh, malang benar nasib Nurul.
Dan pernikahan Fahri dengan Aisha pun berlangsung. Fahri dan Aisha memutuskan untuk berbulanmadu di sebuah apartemen cantik selama beberapa minggu.
Sepulang dari ‘bulanmadu’nya, Fahri mendapat kejutan dari Maria dan Yousef. Maria dan adiknya itu datang ke rumah Fahri untuk memberikan sebuah kado pernikahan. Namun Maria tampak lebih kurus dan murung. Memang, saat Fahri dan Aisha menikah, keluarga Boutros sedang pergi berlibur. Alhasil, begitu mendengar Fahri telah menjadi milik wanita lain dan tidak lagi tinggal di flat, Maria sangat terpukul.
Kebahagian Fahri dan Aisha tidak bertahan lama karena Fahri harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap Noura. Noura teramat terluka saat Fahri memutuskan untuk menikah dengan Aisha.
Di persidangan, Noura yang tengah hamil itu memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungnya adalah anak Fahri. Pengacara Fahri tidak dapat berbuat apa-apa karena ia belum memiliki bukti yang kuat untuk membebaskan kliennya dari segala tuduhan. Fahri pun harus mendekam di bui selama beberapa minggu.
Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari fitnah kejam Noura adalah Maria. Marialah yang bersama Noura malam itu (malam yang Noura sebut dalam persidangan sebagai malam dimana Fahri memperkosanya).
Tapi Maria sedang terkulai lemah tak berdaya. Luka hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit. Tidak ada jalan lain. Atas desakan Aisha, Fahri pun menikahi Maria. Aisha berharap, dengan mendengar suara dan merasakan sentuhan tangan Fahri, Maria tersadar dari koma panjangnya. Dan harapan Aisha menjadi kenyataan. Maria dapat membuka matanya dan kemudian bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Alhasil, Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Dengan kata lain, Fahri dapat meninggalkan penjara yang mengerikan itu.
Noura menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Dengan jiwa besar, Fahri memaafkan Noura. Dan, terungkaplah bahawa ayah dari bayi dalam kandungan Noura dalah Bahadur.
Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik. Aisha menganggap Maria sebagai adiknya, demikian pula Maria yang menghormati Aisha selayaknya seorang kakak. Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria. Namun Maria beruntung karena sebelum ajal menjemputnya, ia telah menjadi seorang mu’alaf.
Dari buku kita tahu bahwa Fahri selalu “menjaga diri” di tengah wanita-wanita yang dekat dengannya. Hal itu Fahri lakukan karena rasa cintanya pada Yang Maha Kuasa. Fahri berusaha konsisten dengan prinsip, dan ajaran agama yang ia pegang teguh. Cinta Fahri pada agama dan Sang Khalik menuntunnya pada cinta Aisha. Atas izin Allah Fahri dan Aisha bersatu di bawah payung cinta yang tulus mengharapkan ridhaNya.
Kamis, 13 Mei 2010
Meraih Pertolongan Allah dengan 3T
Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita kotor karena dosa. Dan pembersih
dosa adalah tobat.
Ada satu berita yang hampir setiap hari muncul dimedia cetak atau
elektronik. Yaitu berita tentang penderitaan, bencana, dan kesulitan hidup
akibat krisis ekonomi. Ribuan bahkan jutaan orang jatuh miskin. Kenyataan
tersebut sebenarnya terjadi di sekitar kita. Bahkan boleh jadi menimpa kita.
Apa yang harus dilakukan? Menjalani ikhtiar untuk memperbaiki hidup adalah
satu kewajiban. Namun ada satu hal yang tak boleh kita lupakan, yaitu
"kembali kepada Allah". Saudaraku, semua yang ada dan semua yang terjadi ada
dalam genggaman Allah. Maka, di tengah kondisi yang kurang mengenakkan ini,
sudah selayaknya kita kembali kepada-Nya. Menguatkan kembali kedekatan dan
menggantungkan harapan hanya kepada-Nya. Selain Allah hanya sekadar jalan
atau perantara saja.
Ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar kita layak ditolong Allah. Saya
menyingkatnya dalam rumus "3T". "T" pertama adalah tobat. Pertolongan Allah
akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri dan mengakui
kesalahannya di hadapan Allah. Tobat bisa diumpamakan dengan membersihkan
mangkuk yang berlumur noda, sebelum mngkuk itu diisi dengan makanan. Tak
berarti makanan selezat apapun, bila mangkuk yang menampungnya kotor penuh
noda. Demikian pula jiwa kita. Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita
kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Tobat adalah jalan
meraih kebahagiaan dan cinta Allah. Difirmankan, Bertobatlah kamu semua
kepada Allah, wahai kaum Mukminin, supaya kamu semua berbahagia (QS An-Nur
[24]: 31). Juga dalam QS Al-Baqarah [2] ayat 222, Sesungguhnya Allah itu
menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan
diri. Maka pantas kalau Rasulullah SAW bertobat tak kurang dari 70 kali
sehari.
Ada empat syarat tobat. Yaitu: (1) menyesal dengan sebenarnya, seperti
menyesalnya seorang ibu yang membunuh anaknya; (2) eksplisit memohon ampun
kepada Allah; (3) tidak mengulanginya lagi; dan (4) mengiringinya dengan
amal saleh.
"T" kedua adalah taat. Siapa pun yang ingin ditolong oleh Allah, setelah
taubatan nasuha, maka ia harus bersungguh-sungguh taat kepada Allah taat.
Tingkatkan ibadah. Jangan sia-siakan shalat berjamaah di masjid, sempurnakan
dengan tahajud, dhuha, dan rawatib. Perbanyak sedekah, santuni orang miskin.
Biasakan shaum sunnat, khususnya Senin Kamis atau Daud. Pokoknya, laksanakan
semua ibadah yang dicintai Allah Azza wa Jalla. Semakin dekat kita dengan
Allah, insya Allah akan semakin dekat pula datangnya pertolongan dan
kebahagiaan hidup.
"T" ketiga adalah tawakal. Saudaraku, baik menurut kita belum tentu baik
menurut Allah. Maka apapun yang kita lakukan, serahkan semuanya kepada
Allah. Kita jangan terlalu yakin dengan kehebatan dan kepintaran kita. Tapi
yakinlah seratus persen kepada-Nya.
Dalam QS Ath-Thalaq [65] ayat 2-3, Allah berjanji kepada ahli tawakal,
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan
keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya. Dan
barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya. Wallahu a'lam
(KH Abdullah Gymnastiar )
dosa adalah tobat.
Ada satu berita yang hampir setiap hari muncul dimedia cetak atau
elektronik. Yaitu berita tentang penderitaan, bencana, dan kesulitan hidup
akibat krisis ekonomi. Ribuan bahkan jutaan orang jatuh miskin. Kenyataan
tersebut sebenarnya terjadi di sekitar kita. Bahkan boleh jadi menimpa kita.
Apa yang harus dilakukan? Menjalani ikhtiar untuk memperbaiki hidup adalah
satu kewajiban. Namun ada satu hal yang tak boleh kita lupakan, yaitu
"kembali kepada Allah". Saudaraku, semua yang ada dan semua yang terjadi ada
dalam genggaman Allah. Maka, di tengah kondisi yang kurang mengenakkan ini,
sudah selayaknya kita kembali kepada-Nya. Menguatkan kembali kedekatan dan
menggantungkan harapan hanya kepada-Nya. Selain Allah hanya sekadar jalan
atau perantara saja.
Ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar kita layak ditolong Allah. Saya
menyingkatnya dalam rumus "3T". "T" pertama adalah tobat. Pertolongan Allah
akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri dan mengakui
kesalahannya di hadapan Allah. Tobat bisa diumpamakan dengan membersihkan
mangkuk yang berlumur noda, sebelum mngkuk itu diisi dengan makanan. Tak
berarti makanan selezat apapun, bila mangkuk yang menampungnya kotor penuh
noda. Demikian pula jiwa kita. Tidak berarti amal kebaikan, bila jiwa kita
kotor karena dosa. Dan pembersih dosa adalah tobat. Tobat adalah jalan
meraih kebahagiaan dan cinta Allah. Difirmankan, Bertobatlah kamu semua
kepada Allah, wahai kaum Mukminin, supaya kamu semua berbahagia (QS An-Nur
[24]: 31). Juga dalam QS Al-Baqarah [2] ayat 222, Sesungguhnya Allah itu
menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan
diri. Maka pantas kalau Rasulullah SAW bertobat tak kurang dari 70 kali
sehari.
Ada empat syarat tobat. Yaitu: (1) menyesal dengan sebenarnya, seperti
menyesalnya seorang ibu yang membunuh anaknya; (2) eksplisit memohon ampun
kepada Allah; (3) tidak mengulanginya lagi; dan (4) mengiringinya dengan
amal saleh.
"T" kedua adalah taat. Siapa pun yang ingin ditolong oleh Allah, setelah
taubatan nasuha, maka ia harus bersungguh-sungguh taat kepada Allah taat.
Tingkatkan ibadah. Jangan sia-siakan shalat berjamaah di masjid, sempurnakan
dengan tahajud, dhuha, dan rawatib. Perbanyak sedekah, santuni orang miskin.
Biasakan shaum sunnat, khususnya Senin Kamis atau Daud. Pokoknya, laksanakan
semua ibadah yang dicintai Allah Azza wa Jalla. Semakin dekat kita dengan
Allah, insya Allah akan semakin dekat pula datangnya pertolongan dan
kebahagiaan hidup.
"T" ketiga adalah tawakal. Saudaraku, baik menurut kita belum tentu baik
menurut Allah. Maka apapun yang kita lakukan, serahkan semuanya kepada
Allah. Kita jangan terlalu yakin dengan kehebatan dan kepintaran kita. Tapi
yakinlah seratus persen kepada-Nya.
Dalam QS Ath-Thalaq [65] ayat 2-3, Allah berjanji kepada ahli tawakal,
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan
keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya. Dan
barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya. Wallahu a'lam
(KH Abdullah Gymnastiar )
Indahnya Menjaga Pandangan
Suatu ketika Ummi Salamah ra berkata: Ketika saya dengan Maimunah ada di
sisi Rasulullah SAW tiba-tiba masuk ketempat kami Abdullah bin Ummi
Maktum, kejadian itu sesudah ayat hijab yang diperintahkan kepada kami.
Rasulullah bersabda: "Berhijablah kamu daripadanya".
Kami menjawab, "Ya Rasulullah bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak
mengenal kepada kami?" Kemudian beliau menjawab, "Apakah kamu juga buta, tidakkah kamu melihat padanya?". Dalam kisah lain disebutkan pula bahwa Rasulullah SAW pernah
menggerakkan tangannya untuk memalingkan wajah Al-Fadhl, ketika sahabatnya
itu ketahuan tengah memandang seorang wanita asing dengan sengaja.
Dari kedua kisah ini kita mendapati bahwa Rasulullah adalah orang yang
sangat menjaga pandangannya. la amat berhati-hati dalam memandang sesuatu,
terutama yang berkaitan dengan memandang seseorang yang bukan muhrim kita.
Semua ini, tidak lain, menunjukkan ketaatan beliau atas perintah Allah
seperti yang tercantum dalam Alquran, Katakanlah kepada orang laki-laki
yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat'." (QS. An-Nuur:30). Dalam ayat selanjutnya Allah SWT memerintahkan pula hal
yang sama pada kaum perempuan. Amat banyak hikmah yang dapat kita ambil
dari menjaga pandangan itu.
Salah satunya adalah menjaga diri dari perilaku tercela. Sesungguhnya,
mata kita adalah gerbang maksiat. Siapa saja yang kurang mampu menjaga
pandangannya dari sesuatu yang diharamkan, maka sedikit demi sedikit ia
akan terjerumus ke dalam jerat syetan. Berawal dari mata, kemudian kaki
berpindah ingin mendekat dan seterusnya, hingga akhirnya sangat mungkin
akan menjerumuskan manusia pada perzinahan.
Zina adalah dosa besar, yang bukan hanya dimurkai Allah, namun akibatnya
pun akan dirasakan sang pelaku dan orang-orang di sekitarnya selama di
dunia. Penyakit AIDS yang akan membunuh seseorang secara pelan-pelan dalam
kelemahan dan keterasingan, hanyalah salah satu akibat dari perbuatan keji
ini.
Menjaga pandangan bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi bagi kita yang
hidup di zaman modern seperti ini. Lihatlah ke samping kiri, kanan, depan
dan belakang kita, lawan jenis senantiasa mengelilingi? Tidak hanya di
pusat-pusat keramaian, di dalam mobil angkutan umum saja, campur baur
dengan lawan jenis pun tak dapat dihindarkan. Bahkan ketika berdiam
dirumah saja, menahan pandangan tidak kalah susahnya. Koran, majalah dan
televisi menyuguhkan pemandangan yang dapat membuat hati tergelincir
karenanya.
Tak heran, ibadah kita sering berantakan. Bacaan Alquran kita kering
kerontang. Berdoa pun sulit sekali khusyu apalagi sampai dapat
mengeluarkan air mata penyesalan karena tidak mentaati perintah-Nya.
Karena hal ini pula, menuntut ilmu menjadi sebuah pendakian yang sangat
terjal.
Mendapatkannya sungguh sulit nyaris tiada terperi, sedangkan hilangnya
menjadi sangat mudah sekali. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan
seorang alim pada muridnya, "Wahai anakku, sesungguhnya ilmu itu adalah
cahaya. Ia tidak akan mau masuk ke dalam hati yang di dalamnya kotor oleh
maksiat".
Pandangan liar, tidak bisa tidak, akan mengikis kualitas iman yang tumbuh
dalam hati seseorang. Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak,
namun periahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Pada kenyataannya pandangan
terhadap lawan jenis yang tak halal, menjadi media paling efektif untuk
menghilangkan keimanan dari dalam diri.
Ia adalah salah satu senjata syetan yang sangat ampuh. Firman Allah, "yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan, 'Saya benar-benar akan
mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untuk
saya'." (QS. An-Nisaa:118)
Artinya, sebagaimana sebuah riwayat menuturkan bahwa pandangan adalah
panah-panah syetan, sedang syetan itu tak menginginkan apapun dari manusia
selain keburukan dan kebinasaan. Maka penjagaan kita terhadap pandangan
mata menjadi satu kunci pokok menuju keselamatan.
Bila saat ini, ketika tak ada tangan Rasulullah yang dapat memalingkan
wajah kita dari memandang perempuan, manakala tiada teguran dari mulut
suci beliau yang menyuruh para wanita berhijab dari melihat lelaki yang
bukan haknya untuk dilihat, maka mengingat sabda-sabda Rasulullah SAW yang
masih terpelihara ini menjadi satu keniscayaan.
Memang, dalam kondisi tertentu kita diperbolehkan memandang lawan jenis,
seperti dalam proses belajar mengajar, jual beli, pengobatan, maupun
persaksian. Walaupun demikian, taburilah selalu hati kita dengan firman
Allah yang menjanjikan kemuliaan dan derajat yang tinggi bagi orang-orang
yang mampu menjaga diri dari hal yang diharamkan-Nya.
Alhasil andaipun pada awalnya hal ini amat sulit kita lakukan, namun
yakinlah bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh ingin menempuh jalan
Allah, maka Allah akan lebih bersungguh-sungguh lagi membimbing jalannya.
Sebagaimana firman-Allah, "Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan
pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran )
mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu
dayakan." (QS. An-Nahl:127)
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan berbuat
kebaikan." (QS. An-Nahl:128)
Akhir kata, pandangan yang terjaga dengan baik, insya Allah akan membuat
seseorang dapat merasakan manisnya iman dan lezatnya mengingat Allah.
Wallahu'alam Bishshawab.
sisi Rasulullah SAW tiba-tiba masuk ketempat kami Abdullah bin Ummi
Maktum, kejadian itu sesudah ayat hijab yang diperintahkan kepada kami.
Rasulullah bersabda: "Berhijablah kamu daripadanya".
Kami menjawab, "Ya Rasulullah bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak
mengenal kepada kami?" Kemudian beliau menjawab, "Apakah kamu juga buta, tidakkah kamu melihat padanya?". Dalam kisah lain disebutkan pula bahwa Rasulullah SAW pernah
menggerakkan tangannya untuk memalingkan wajah Al-Fadhl, ketika sahabatnya
itu ketahuan tengah memandang seorang wanita asing dengan sengaja.
Dari kedua kisah ini kita mendapati bahwa Rasulullah adalah orang yang
sangat menjaga pandangannya. la amat berhati-hati dalam memandang sesuatu,
terutama yang berkaitan dengan memandang seseorang yang bukan muhrim kita.
Semua ini, tidak lain, menunjukkan ketaatan beliau atas perintah Allah
seperti yang tercantum dalam Alquran, Katakanlah kepada orang laki-laki
yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat'." (QS. An-Nuur:30). Dalam ayat selanjutnya Allah SWT memerintahkan pula hal
yang sama pada kaum perempuan. Amat banyak hikmah yang dapat kita ambil
dari menjaga pandangan itu.
Salah satunya adalah menjaga diri dari perilaku tercela. Sesungguhnya,
mata kita adalah gerbang maksiat. Siapa saja yang kurang mampu menjaga
pandangannya dari sesuatu yang diharamkan, maka sedikit demi sedikit ia
akan terjerumus ke dalam jerat syetan. Berawal dari mata, kemudian kaki
berpindah ingin mendekat dan seterusnya, hingga akhirnya sangat mungkin
akan menjerumuskan manusia pada perzinahan.
Zina adalah dosa besar, yang bukan hanya dimurkai Allah, namun akibatnya
pun akan dirasakan sang pelaku dan orang-orang di sekitarnya selama di
dunia. Penyakit AIDS yang akan membunuh seseorang secara pelan-pelan dalam
kelemahan dan keterasingan, hanyalah salah satu akibat dari perbuatan keji
ini.
Menjaga pandangan bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi bagi kita yang
hidup di zaman modern seperti ini. Lihatlah ke samping kiri, kanan, depan
dan belakang kita, lawan jenis senantiasa mengelilingi? Tidak hanya di
pusat-pusat keramaian, di dalam mobil angkutan umum saja, campur baur
dengan lawan jenis pun tak dapat dihindarkan. Bahkan ketika berdiam
dirumah saja, menahan pandangan tidak kalah susahnya. Koran, majalah dan
televisi menyuguhkan pemandangan yang dapat membuat hati tergelincir
karenanya.
Tak heran, ibadah kita sering berantakan. Bacaan Alquran kita kering
kerontang. Berdoa pun sulit sekali khusyu apalagi sampai dapat
mengeluarkan air mata penyesalan karena tidak mentaati perintah-Nya.
Karena hal ini pula, menuntut ilmu menjadi sebuah pendakian yang sangat
terjal.
Mendapatkannya sungguh sulit nyaris tiada terperi, sedangkan hilangnya
menjadi sangat mudah sekali. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan
seorang alim pada muridnya, "Wahai anakku, sesungguhnya ilmu itu adalah
cahaya. Ia tidak akan mau masuk ke dalam hati yang di dalamnya kotor oleh
maksiat".
Pandangan liar, tidak bisa tidak, akan mengikis kualitas iman yang tumbuh
dalam hati seseorang. Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak,
namun periahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Pada kenyataannya pandangan
terhadap lawan jenis yang tak halal, menjadi media paling efektif untuk
menghilangkan keimanan dari dalam diri.
Ia adalah salah satu senjata syetan yang sangat ampuh. Firman Allah, "yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan, 'Saya benar-benar akan
mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untuk
saya'." (QS. An-Nisaa:118)
Artinya, sebagaimana sebuah riwayat menuturkan bahwa pandangan adalah
panah-panah syetan, sedang syetan itu tak menginginkan apapun dari manusia
selain keburukan dan kebinasaan. Maka penjagaan kita terhadap pandangan
mata menjadi satu kunci pokok menuju keselamatan.
Bila saat ini, ketika tak ada tangan Rasulullah yang dapat memalingkan
wajah kita dari memandang perempuan, manakala tiada teguran dari mulut
suci beliau yang menyuruh para wanita berhijab dari melihat lelaki yang
bukan haknya untuk dilihat, maka mengingat sabda-sabda Rasulullah SAW yang
masih terpelihara ini menjadi satu keniscayaan.
Memang, dalam kondisi tertentu kita diperbolehkan memandang lawan jenis,
seperti dalam proses belajar mengajar, jual beli, pengobatan, maupun
persaksian. Walaupun demikian, taburilah selalu hati kita dengan firman
Allah yang menjanjikan kemuliaan dan derajat yang tinggi bagi orang-orang
yang mampu menjaga diri dari hal yang diharamkan-Nya.
Alhasil andaipun pada awalnya hal ini amat sulit kita lakukan, namun
yakinlah bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh ingin menempuh jalan
Allah, maka Allah akan lebih bersungguh-sungguh lagi membimbing jalannya.
Sebagaimana firman-Allah, "Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan
pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran )
mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu
dayakan." (QS. An-Nahl:127)
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan berbuat
kebaikan." (QS. An-Nahl:128)
Akhir kata, pandangan yang terjaga dengan baik, insya Allah akan membuat
seseorang dapat merasakan manisnya iman dan lezatnya mengingat Allah.
Wallahu'alam Bishshawab.
Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya
Ada dua cinta yang hakiki dan tak pernah luntur, yaitu cinta Allah kepada
hamba-Nya dan cinta ibu terhadap anaknya. Namun keduanya memiliki nilai
berbeda.
Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak
bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman,
''Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.'' (QS Al-A'raf [7]:
156).
Untuk memberikan gambaran kepada umat tentang kasih sayang Allah, Rasulullah
mengibaratkan kalau kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, maka yang
sembilan puluh sembilan disimpan dan satu bagian lagi dibagi-bagi. Yang satu
bagian bisa mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini menunjukkan betapa
luasnya cinta Allah. Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang
besarnya cinta Allah kepada manusia.
Bukti cinta yang pertama adalah diturunkannya Alquran. Allah SWT, Al Khaliq
tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan
Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan
akhirat. Firman-Nya, ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; (merupakan)
petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' (QS Al Baqarah [2] : 2).
Dalam ayat lain difirmankan pula, ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran
(yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang
belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar
mereka mendapat petunjuk.'' (QS As-Sajdah [32]: 3).
Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran.
Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah
dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai
akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral,
baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk
mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum
dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia.
*Mengutus para rasul*
Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan
rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam
QS Al An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman, ''Dan tidaklah Kami mengutus
para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.
Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.''
Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan manusia
berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani
manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya,
sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Firman-Nya, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS Al Ahzab [33]:
21).
Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka
warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang
rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk
menjalin hubungan dengan Allah (*hablum minallah*) dan dengan manusia (*hablum
minannas*). Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia
Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik.
*Diciptakannya alam semesta*
Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan
semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Difirmankan, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh
langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al Baqarah [2]: 29).
Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk
diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang
tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat
membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya
nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya.
Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat
hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat.
Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada
lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya.
*Luasnya ampunan Allah*
Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa
manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah
SWT telah berjanji dalam Alquran, ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada
Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian),
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu
sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada
tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.'' (QS Hud
[11]: 3)
Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah
SAW bersabda, "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang
berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di
siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (Ini
akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).
Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, "Wahai
manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi
kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Aku dengan
sesuatu apa pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi
bumi pula," demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam
Tirmidzi.
*Memberikan rezeki*
Allah adalah Al Razzaq, Dzat Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya
rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada
satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya,
Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' (QS Saba [34]: 39).
Demikian pula makhluk yang lain. ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun
di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui
tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).'' (QS Hud [11]: 6)
Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi bagian
rezeki. Yang perlu dilakukan adalah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah
memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas agar kita bersyukur. Dan syukur
yang paling utama adalah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa
pun. *Wallahu a'lam*.
( )
******************************************************************************************************************
sumber:
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=227711&kat_id=105&kat_id1=232
hamba-Nya dan cinta ibu terhadap anaknya. Namun keduanya memiliki nilai
berbeda.
Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak
bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman,
''Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.'' (QS Al-A'raf [7]:
156).
Untuk memberikan gambaran kepada umat tentang kasih sayang Allah, Rasulullah
mengibaratkan kalau kasih sayang Allah itu berjumlah seratus, maka yang
sembilan puluh sembilan disimpan dan satu bagian lagi dibagi-bagi. Yang satu
bagian bisa mencukupi seluruh kebutuhan makhluk. Hal ini menunjukkan betapa
luasnya cinta Allah. Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang
besarnya cinta Allah kepada manusia.
Bukti cinta yang pertama adalah diturunkannya Alquran. Allah SWT, Al Khaliq
tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan
Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan
akhirat. Firman-Nya, ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; (merupakan)
petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' (QS Al Baqarah [2] : 2).
Dalam ayat lain difirmankan pula, ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran
(yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang
belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar
mereka mendapat petunjuk.'' (QS As-Sajdah [32]: 3).
Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran.
Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah
dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai
akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral,
baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk
mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum
dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia.
*Mengutus para rasul*
Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan
rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam
QS Al An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman, ''Dan tidaklah Kami mengutus
para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.
Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.''
Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan manusia
berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani
manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya,
sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Firman-Nya, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS Al Ahzab [33]:
21).
Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka
warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang
rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk
menjalin hubungan dengan Allah (*hablum minallah*) dan dengan manusia (*hablum
minannas*). Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia
Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik.
*Diciptakannya alam semesta*
Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan
semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Difirmankan, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh
langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al Baqarah [2]: 29).
Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk
diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang
tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat
membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya
nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya.
Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat
hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat.
Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada
lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya.
*Luasnya ampunan Allah*
Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa
manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah
SWT telah berjanji dalam Alquran, ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada
Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian),
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu
sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada
tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.'' (QS Hud
[11]: 3)
Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah
SAW bersabda, "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang
berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di
siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (Ini
akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).
Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, "Wahai
manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi
kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Aku dengan
sesuatu apa pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi
bumi pula," demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam
Tirmidzi.
*Memberikan rezeki*
Allah adalah Al Razzaq, Dzat Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya
rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada
satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya,
Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' (QS Saba [34]: 39).
Demikian pula makhluk yang lain. ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun
di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui
tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).'' (QS Hud [11]: 6)
Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi bagian
rezeki. Yang perlu dilakukan adalah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah
memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas agar kita bersyukur. Dan syukur
yang paling utama adalah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa
pun. *Wallahu a'lam*.
( )
******************************************************************************************************************
sumber:
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=227711&kat_id=105&kat_id1=232
8 Kualitas pribadi yang terbaik
1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai
oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu
mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari
alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak
diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati
itu diimbangi dengan kecerdikan (bukan kelicikan) seekor ular. Dengan
begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian
justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa
bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin
menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan
orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat
orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Murah Hati
Kemurahan hati sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Zaman
sekarang sungguh susah mencari orang yang murah hati yang siap menolong
orang-orang disekitarnya dengan tulus tidak memikirkan keuntungan pribadi
atas bantuan yang diberikan Tidak diragukan lagi, orang yang murah hati
akan dicintai dan memiliki banyak sahabat
4. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam,
dan sebagainya.
5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang
ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan
selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang
lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan
mendorong semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang
lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa
benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
8. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan
saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang
lain.Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi
kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai
oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu
mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari
alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak
diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati
itu diimbangi dengan kecerdikan (bukan kelicikan) seekor ular. Dengan
begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian
justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa
bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin
menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan
orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat
orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Murah Hati
Kemurahan hati sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Zaman
sekarang sungguh susah mencari orang yang murah hati yang siap menolong
orang-orang disekitarnya dengan tulus tidak memikirkan keuntungan pribadi
atas bantuan yang diberikan Tidak diragukan lagi, orang yang murah hati
akan dicintai dan memiliki banyak sahabat
4. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam,
dan sebagainya.
5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang
ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan
selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang
lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan
mendorong semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang
lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa
benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
8. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan
saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang
lain.Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi
kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)