Dalam memilih jurusan IPA siswa kelas 1 SMA Negeri Cikampek di pengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, tingkat pendidikan keluarga.
Siswa yang pernah di kota besar dan banyak bergaul dengan orang kota mudah menyerap situasi barui tanpa “dianalisa”. Ini menujukan kekeureangan pengertian lanjut dari siswa yang dapat di hubungkan dengan tempat tinggal siswa di daerah yang berbudaya desa. Ini terlihat ketika siswa memilih jurusan IPA yang dianggap super. Dan karena situasi linkungan dengan timgkat pendidikan yang rata-rta di bawah SMA, siswa tidak mengetahui tindak lanjut setelah memimlih jurusan IPA.
Siswa yang berlatar belakang budaya desa dan berlatar belakang budaya kota berbeda dalam motivasi dan persiapan memilih jurusdan IPA. Masyarakat berbudaya desa menerima mentah-mentah pengaruh kota yang dianggap baik dalam rangka nperubahan kebudayaaan kota, tanpa seleksi. Ini dibuktikan dengan anak yang ingin duduk di jurusan IPA atas pengaruh orang kotra yang ternyata tidak I ikuti dengfan prestasi belajar yang baik, sehingga anak tidak terjuruskan ke jurusan IPA, yang artinya dijuruskan ke jurusan IPS dah Bahasa.
dikutip dengan perubahan dari Analisa Pendidikan,
1982/1983
sumber : buku Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar